Aufwiedersehen 2016

cover-2016

Klise banget kalau aku tiba-tiba bilang “ah nggak kerasa ini hari terakhir 2016”. Soalnya tahun ini kerasa banget buatku. Mulai dari ganti bos baru sampai jadi single fighter (lagi). Aku tahu yang namanya kehidupan pasti ada naik turunnya. Nggak terkecuali hidupku.

Di awal tahun 2016, hidupku mulus semulus pantat bayi. Nothing goes wrong, nothing goes bad. Aku bersyukur dan selalu bersyukur diberikan kehidupan yang begitu indahnya. Mulai dari pekerjaan yang baik, pasangan yang saling mendukung, keluarga yang harmonis, dan teman-teman kantor yang bisa dibilang seperti abang-abangku sendiri.

Ada suatu pepatah yang pernah aku baca “Allah menjatuhkan kita agar kita terhindar dari bencana lainnya”.  Kalimat itu sebenarnya aku baru temukan dua bulan lalu. Di saat aku sudah yakin tidak dijodohkan dengannya. Rela, bahasa gampangnya.

Di pertengahan 2016, tepat sebelum hari pertama puasa, aku menerima cobaan itu. Cobaan untuk merasakan apa rasanya berpisah dengan manusia yang kamu sayangi, ditinggalkan, dan tidak dihiraukan. Hidupku rasanya hampa. Sebulan berjalan dan tetap begitu. Perasaan ini berlanjut hingga tiga-empat bulan ke depan. Bersyukur aku memiliki keluarga yang sangat membantuku untuk bangkit dan teman-teman yang selalu menyadarkanku bahwa my life wasn’t over without him.

Terdengar agak menye gimana gitu nggak sih? :p

Aku pernah bahkan sering merasakan sakit hati, tapi baru kali ini aku merasa kecewa. Aku berulang kali meyakinkan diriku dan juga menepis ucapan miring sahabatku tentangnya. Ada seorang sahabat bilang “Pilihan hatimu tergantung kamu, yang aku bisa hanya selalu ada di saat kamu terjatuh karenanya.” Dan itu terbukti, dia ada di saat aku terjatuh.

Sebelum memilih dengan Dia, aku mengalami sakit hati yang memerlukan recovery hampir setahun. Keputusan untuk bersama dengannya aku buat karena di mataku dia saat itu baik. Dia mengenalkan teman-temannya, keluarganya, dan semua yang dia miliki kepadaku. Antara kami berdua tidak pernah ada rahasia. Namun ya, apapun rencana manusia tetaplah Allah yang menentukan. Aku telah ditentukan untuk tidak dengannya, dia bukan yang terbaik untukku. Jadi aku merelakannya dan kembali percaya akan ada yang menggantikan dia di kehidupanku.

Cerita ini mungkin lebih ke proses aku untuk merelakan. Aku bisa menyebut tahun 2016 adalah tahun kerelaan. Di mana di tahun ini aku berusaha merelakan banyak hal yang aku sayangi dan Alhamdulillah telah digantikan dengan hal-hal yang lebih indah dan tidak pernah kusangka.

Semoga di tahun 2017 kehidupan kalian akan dilimpahi oleh kesehatan dan keberkahan ya readers!

 

Luvs,

Sabilakhla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s