Katakan Putus dengan Plastik

“Plastik yang di laut kan dari masyarakat pinggir lautnya, yakali dari masyarakat perkotaan”

Kira-kira ini yang membuat saya tersadar bahwa masih banyak orang yang belum teredukasi terkait sampah plastik. Terlebih lagi, saya dengar hal tersebut saat saya sedang buka puasa dengan teman SMA saya.

“Apa kamu yakin sampah kalian nggak ke laut? Gimana kamu tahu itu bukan sampah kamu?” Tanya saya.

“Ya kan jauh banget laut dari tempat kita (re : Kota Jakarta), kan sampah kita dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Udah gitu, kan ada juga yang didaur ulang.”

Lalu saya senyam-senyum. Pengen ‘diskusi lebih panjang’ tapi saya nggak gitu mumpuni.  Tapi plis make up your mind siapapun yang baca tulisan ini.

Apakah kamu yakin sampah di rumahmu dibawa ke TPS atau TPA?

Apa kamu yakin sampah dari rumahmu/tempat nongkrongmu/or whatever nggak dibuang ke sungai?

Kalau dibuang ke sungai jelas sampah plastik itu akan ke laut. Dan banyak makhluk tak berdosa yang kena ‘apes’ nya.

ballena rellena de basura en filipinas

Hiu Sperma yang mati di Filipina ditemukan di dalamnya banyak sampah plastik

Belum lagi, video yang sempat viral saat sedang menyelam di Nusa Penida.  Mungkin banyak penjelasan terkait hal ini, tapi satu hal yang kita harus sadari bahwa Laut kita telah tercemar sampah plastik. Marine debris isn’t myth.

Kantor saya cukup ketat dalam hal penggunaan plastik, kami tidak lagi diperbolehkan menggunakan botol minum plastik sekali pakai. Saat rapat, kami disediakan gelas dan juga dispenser air. Pembukusan snack/makanan rapat diminimalisir menggunakan plastik. Plastik diubah menjadi menggunakan totebag atau paperbag. Which is so good… pertanyaannya, kalau cuma satu instansi yang begini, apa berefek?

Jawaban saya, YA.

Small steps lead us to bigger steps.

Kalau bahasa Indonesianya, sedikit demi sedikit menjadi bukit.

Saya yang ‘dituntut’ untuk menggunakan pengurangan plastik menularkan ke keluarga saya, ayah dan ibu. Di rumah kami, kami biasa memilah sampah plastik yang dirasa bisa didaur ulang, kami kumpulkan lalu kami jual. Jika ada kesan sulit banget sampe jual plastik tolong abaikan, maksud hati cuma ingin membuat perubahan agar lebih baik, bisa dijual itu bonus saja.

Selain itu, saya dan ibu saya sering kali membawa tas belanjaan sendiri atau kardus jika ke pasar atau supermarket. Walau kami masih suka lupa kalau bawa tas belanjaan sendiri dan ended up bete karena lupa bawa 😦

At least, we tried to reduce plastic use.

 

Yang udah baca ini,

I’m begging you to reduce your plastic use. It seems unimportant, but we never know how many turtle, sharks, dolphins etc that we could save. 

This is my little movement, how yours?

 

xoxo,

Sabilakhla

8-6-2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s